Ya, Aku Membacanya

16 comments
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Aku Baca Kok. Jangan Berhenti. Aku suka padamu.

Apakah kamu baik-baik saja?

Langit sedang terlihat agak mendung saat ini.
Maaf, aku sedang tak punya banyak cerita.
Ya bukan berarti tidak ada cerita sih.

Kamu baik-baik saja kan?

Tetapi jika aku bercerita hari-hariku kemarin, kamu hanya akan kecewa.
Terlalu banyak dosa di sana. Jadi, lupakan saja ya.

Aku harap kamu baik-baik saja.

Akhirnya waktu semakin memanjangkan jarak ya?
Aku pikir itu bisa tidak terjadi. Tapi aku lupa lagi, bumi itu berputar.
Aku lupa, kata selamanya ada karena tak bisa ada.

Kamu masih tersenyum seperti tadi, kan?

Saat ini, jingga mulai sedikit kelihatan di langit.
Kamu mungkin belum lihat. Langit jingga bercahaya.

Kamu sedang sibuk ya?

Kamu sadar tidak sih?
Kamu tidak pernah cerita tentang kamu padaku,
kecuali kamu di mana dan akan ke mana.
Atau karena hanya sebatas itu yang kutanyakan?
Jadi harus kutanyakan dulu ya? Baiklah kalau begitu.

Hey kamu yang selalu cantik, bagaimana harimu?

Kamu mungkin tidak tahu.
Tiap kali aku menulis ini dan hal-hal absurd lainnya.
Itu karena, agar kamu tahu, aku selalu peduli padamu, mengingatmu.
Bahkan ketika kamu lupa, mungkin.

Kamu baca ini tidak sih?

# Makassar, 19 Mei 2013 Miladiyah / 9 Rajab 1434 Hijriyah
Dari Aku Masih Keren yang menetap di daun-daun cinta yang berguguran.
Ditulis ketika mencoba mengais semangat menulis yang turun drastis.
Bahkan kosong. Benar-benar kosong. Pikiran pun kembali bermain-main
dengan satu kalimat, "Apa aku berhenti saja?"


Read More

Konspirasi Perang Terselubung

31 comments
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Aku menyapu bahuku dari air hujan yang merintik. Keningku mengernyit, berusaha mencari jawaban, mengapa istana cahaya bisa semendung ini. Bahkan sinarnya telah kalah oleh bulir-bulir air dari proses kondensasi uap di atmosfer. Ada apa gerangan?

Katanya, peradaban manusia es akan bangkit. Katanya, terjadi siklus anomali air berbias cahaya. Katanya, ratu matahari menangis. Beberapa desas-desus itulah yang menguak ke permukaan. Kau tahu, semua hanya bisikan palsu sampai adanya bukti yang menguatkan.

Air Hujan yang Merintik

"Kerajaan menggila! Putri cahaya akan dijadikan selir oleh raja matahari!" seorang pengawal istana mencoba membuka topik pembicaraan.

Beberapa tukang masak istana begitu berminat menyimak prahara yang dicap fenomenal itu. Para ajudan dan penasihat yang turut bergabung dalam lingkaran pun, mengangguk-angguk tak percaya.

"Ee, itukah alasan mengapa putri cahaya bisa begitu bersinar?"
"Maksudmu karena dia selalu didukung oleh pusat tata surya, begitu? Licik!"
"Betul, betul! Padahal orang lain harus berusaha keras untuk sebuah pengakuan."
"Huh, bahkan hanya dengan tersenyum, dia bisa menggenggam kerajaan."
"Lantas bagaimana nasib ratu matahari selanjutnya?"

Oalah, putri cahaya. Ternyata ini semua tentang dia, karena dia. Berapa kali pun didengar, kabar burung itu beneran bikin naik darah. Dan aku harus gigit jari saat tak bisa mengklarifikasi kebenarannya.

Telepon nggak dijawab, sms nggak dibalas, batang hidung nggak kelihatan. Kemana perginya si putri cahaya yang berhasil menggegerkan satu istana itu?

。:゚*【・-・?】*゚:。

"Apa kau benar-benar akan mendampinginya?! Apa kau seburuk itu, hah?! Untuk kasus ini, kau tuh bak parasit yang merusak tatanan istana!" bentakku keras pada putri cahaya yang kini bungkam, wajahnya pias. 

Emosiku memuncak. Tak terkontrol, aku kembali membentaknya, "Kau mikir nggak sih?! Jadi selirnya raja matahari? Huh, nggak banget! Dengkul bodoh!"

"Huwaaa...!!" jerit putri cahaya. Dia menangis, meledak-ledak. Lalu dia melemparkan kertas-kertas yang ada di atas mejanya. Beterbanganlah surat-surat pengakuan, petisi rakyat dan titah kerajaan yang ditandatangani oleh raja matahari.

Apa?!

Aku memungut dan meneliti lembar demi lembar, kertas yang dilemparkan putri cahaya di tengah raungan putus asanya. Dadaku bergemuruh. Pikiranku kacau seketika. Apa aku sudah termakan gosip sedemikian jauhnya?

"Aku berusaha keras ... sama ... seperti yang lain ... ketika hendak mendapatkan pengakuan dari pihak kerajaan," kata putri cahaya terbata-bata.

Aku terdiam, tak mengeluarkan sepatah kata pun.

Dia menyeka air matanya, kemudian berbisik kesal, "...Tapi perasaan raja padaku mengacaukan segalanya! Kau tahu, dia bahkan berniat membuang ratu matahari! Itu ... itu ... argh!! Apa kau bisa bayangkan bagaimana perasaanku saat ini?"

Aku tetap membisu. Perasaanku campur aduk. Apa ini?! Aku seperti didongengkan kisah konspirasi perang terselubung. Kacau, ini benar-benar kacau! Kutatap putri cahaya lekat, sosoknya yang kini merapuh, membuatku semakin mengutuk kebusukan raja.

Dia terisak tak berdaya, "Rasanya mau menghilang saja. Aku tidak tahan lagi. Sungguh! Aku sudah bersiap untuk melarikan diri."

Tanpa sadar, aku langsung memeluknya. Wahai hati, dia tersesat lagi menyesakkan. Semoga ada kemilau cahaya, benang merah, ranting patah, remah roti, atau apapun itu, yang bisa memfokuskan perhatiannya, menjadi petunjuk jalan dan membuatnya keluar dari sini. 

Rasanya Mau Menghilang Saja

"Jangan lari," ucapku lembut. "Setidaknya untuk masa sekarang, kau tidak punya pilihan lain, selain bertahan ketika orang lain dipersulit dengan kemalasan dan kepayahan. Dan sudah takdirmu pula, kau harus bertempur dengan emosi dan sentimen."

Mendengar pernyataanku, putri cahaya hanya diam, tak merespon. Aku meraung padanya, "Lawan dia! Dia hanya raja, bukan Tuhan! Jangan mau didikte olehnya!"

Manik mata putri cahaya membesar. Aku mempererat pelukanku. Aku tidak menjamin dia bisa menyelesaikan masalahnya dengan solusi yang kuberikan. Namun aku menjamin, dia tidak akan sendirian melewati ini semua.

"Ee, gimana kalau aku mendatangkan pangeran cahaya?" celetuk putri cahaya tiba-tiba. "Coba pikir, deh. Misal pangeran dan putri cahaya sudah bersatu, raja pasti nggak bakal mericuh lagi. Solusi cerdas, kan?"

Dahiku mengernyit. Detik berikutnya, kuketuk kepalanya tanpa ampun. Tokk! Serta merta dia meringis perih, "Aw... sakit, tahu!"

"Kau mikir yang nggak-nggak, sih! Emang pangeran cahaya dipungut di kolong jembatan, gitu? Atau dipetik dari kebun istana, gitu? Aish, keberadaannya saja tidak terdeteksi, mau mendatangkannya? Mimpi!"

Putri cahaya cemberut. Melihatnya seperti itu, aku langsung terbahak.

。:゚*【・-・?】*゚:。

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Terjemahan QS. Al Baqarah ayat 286).


Makassar, sesuatu yang tidak membunuhmu, membuatmu lebih kuat.
Tertanggal 18 Mei 2013 Miladiyah / 8 Rajab 1434 Hijriyah.

Read More

Prakata Tesis

26 comments

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bagi Allah. Penulis memujiNya, memohon pertolongan kepadaNya, dan memohon ampunan kepadaNya. Penulis memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan diri dan kejelekan amal perbuatan penulis. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, tak seorang pun yang sanggup menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan olehNya, tidak seorang pun yang mampu memberikan hidayah kepadaNya. Penulis bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata yang tiada sekutu bagiNya, dan penulis bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam adalah hamba dan utusanNya. Amma ba’du.
Alhamdulillah dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, penulis akhirnya dapat menyelesaikan Tesis yang berjudul Desain Protokol MAC pada Jaringan Ad Hoc Menggunakan Antena Cerdas untuk Aplikasi Radar Pelacak atau Mac Protocol Design of Ad Hoc Network Using Smart Antenna for Tracking Radar Application.
Penulis menyusun Tesis ini dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program Strata-2 Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar.
Penulis menyadari bahwa terselesaikannya Tesis ini berkat campur tangan dari berbagai pihak. Memang banyak di antaranya merupakan hasil pemikiran penulis sendiri tetapi banyak pula yang penulis pungut dari tulisan dan tuturan kata orang lain, baik untuk dikutip maupun sebagai bahan untuk diolah lebih lanjut. Untuk itulah penulis ingin berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang terkait.
            Bapak ketua program studi Teknik Elektro Pascasarjana Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. H. Salama Manjang, MT. Terima kasih atas setiap motivasi, petuah dan kesempatan yang telah diberikan kepada penulis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Program Magister Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Ada masa-masa dimana penulis merasa buntu dan tidak tahu harus melakukan apa. Syukurlah ketika itu terjadi, kecerahan pikiran selalu bisa didapatkan dari Bapak Dr. Elyas Palantei, ST., M.Eng selaku Pembimbing I (ketua) dan Ibu Merna Baharuddin, ST., M.Tel.Eng., Ph.D selaku Pembimbing II (sekretaris). Terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan, arahan dan bimbingannya selama penyusunan dan penulisan Tesis ini.
Kepada segenap tim penguji yang siap sedia memicu adrenalin penulis. Sesuatu yang tidak membunuhmu, membuatmu lebih kuat, bukankah begitu? Karenanya terima kasih yang begitu luar biasa, penulis hanturkan kepada Bapak Dr. Ir. H. Andani Achmad, MT, Bapak Dr. Ir. Zulfajri B. Hasanuddin, M.Eng dan Bapak Dr.Eng. Wardi, ST., M.Eng. Terima kasih atas saran, kritikan dan koreksinya sebagai tim penguji dalam penyempurnaan penulisan Tesis ini.
Tentang waktu, senyum dan ilmu yang terbagi. Terima kasih banyak kepada Bapak Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Tola, M.Eng, Bapak Dr. Adnan, ST. MT, Bapak Dr. Ir. H. Syafruddin Syarif, MT dan Ibu Ir. Zaenab Muslimin, MT yang senantiasa meluangkan waktu untuk memberikan ilmu dan arahan kepada penulis. Tak lupa diringi dengan senyum dan nasihat yang membangun.
Terima kasih kepada yang tak pernah luput mengoreksi dan mengurusi segala administrasi proposal, seminar dan sidang, Ibu Syamsiah selaku sekretaris Pascasarjana Program Studi Teknik Elektro Universitas Hasanuddin, Bapak Suprihadi selaku Kepala Tata Usaha Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dan Ibu Rosmawati Yanto selaku sekretaris Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Cinta adalah energi yang tak terdefinisi. Penulis sangat berterima kasih kepada kedua orang tua penulis yang terkasih, Ayahanda Drs. H. Muh. Zain Taba dan Ibunda Dr. drg. Hj. Barunawaty Yunus, M.Kes., Sp.RKG(K) atas setiap cinta yang terpancar dan doa restu yang teriring. Alhamdulillah, penulis bisa sampai ke titik ini berkat kasih sayang sepanjang masa dari kedua orang tua penulis.
Untuk dan hanya untuk kakak dr. Ekachaeryanti Zain beserta suaminya dr. Indra Sukmana Putra dan adik-adik penulis tercinta, Muhammad Wahyudi Zain si gagah yang menjaga, Ulfa Febryanti Zain si biang ribut yang manis dan Muhammad Rahmat Zain si ganteng yang merajuk. Terima kasih atas canda tawa, ulah usil dan tepukan semangatnya di masa-masa penyusunan Tesis ini. Tanpa itu semua, hari-hari penulis akan begitu berat lagi menyusahkan.
Kepada teman-teman konsentrasi Teknik Telekomunikasi dan Informasi, kak Dina Desriany, ST, kak Mardhiyah Nas, ST, kak Andi Azizah, ST dan Bapak Rusli, ST. Begitu pula kepada teman-teman konsentrasi Teknik Energi Listrik dan Teknik Kontrol, Kendali dan Elektronika yang terhimpun dalam mahasiswa Pascasarjana Teknik Elektro angkatan 2011. Terima kasih telah menjadi teman seperjuangan penulis dalam merintis gelar Master Teknik. Keep on fighting till the end! We are the champions!
Satu sama dengan sama. Itulah slogan yang membuat penulis tetap bersemangat kuliah dan mengenang kisah manis dalam lingkar mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2007 silam. Semasa mengurus Tesis ini penulis banyak mendapatkan nasihat perjuangan dan pantang menyerah dari Julianti Habibuddin, A. Asmi Pratiwi, Nadia Novira, Nirmalasari A. Rerang, Mirna Andriani dan teman-teman Pixel Zer07even tercinta lainnya. Terima kasih banyak.
Dalam periwayatan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” Alhamdulillah penulis memiliki saudari-saudari yang selalu mengumandangkan kata semangat, memberikan nasihat dan melantunkan doa untuk kebahagiaan penulis. Kepada Ummu Miqdad, Dina Mariani, Berlianti, Susana Dewi, Rezky Batari Razak, Nurul Kumalasari, Andina Halim, Muhyina Nur, Khaerunnisa Said, Wulan Mayasari, Andi Cempana Sari, Astarina Tambung, Rezkiawaty, Isni Diana Hariyani, segenap akhwatifillah di Forum Ukhuwah Muslimah Makassar, Mukminat 5 dan Kurma 17. Syukran wa jazakillahu khair ukhtayya! Uhibbukifillah.
Kepada para kru dan agen media remaja islami, majalah inspirasi muslim muda Al Firdaus yang tak pernah lelah memberikan aura positif dan senyum ceria di setiap musyawarah bersama penulis. Sebutlah Maryam Ilda, Sukmawaty Rasyid, Aneka Putri Larekeng, Diena Rifa’ah, Kalsum A. Baso, Ita Fitriati, Tasriyani dan Irmawati. Alhamdulillah perjuangan akademik ini tidak menjadi kering kerontang karena ditemani perjuangan dakwah Islamiyah. Khususnya perjuangan di sisi dakwah lewat jurnalistik yang tidak kalah seru dan menantang. Allahu Akbar!
Teruntuk teman-teman yang berselancar di dunia kemilau cahaya emas, terima kasih atas setiap doa dan dukungannya. Beberapa patah kalimat dari Rosmiah, Ria Hidayah, Jiah Al Jafara, Hima Rain, Imajinasi Hari, Insan Robbani, Azura Zie, Wawan Setiawan, Muchlis Zain, Cahya Edi Santosa dan Helmy Hamid begitu membangkitkan asa untuk melangkah maju.
Terakhir, penulis hendak menyapa untuk setiap nama yang tidak tersebut, untuk setiap anonim yang tidak terdeteksi dan untuk setiap doa yang terpancar tanpa sepengetahuan penulis. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada orang-orang yang turut bersuka cita dan riang gembira atas keberhasilan penulis menyelesaikan Tesis ini. Alhamdulillahi wa Tabaarakallahu Ta’ala.
Tentunya sebagai manusia biasa, penulis masih belum memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman dalam topik yang diangkat dalam Tesis ini, begitu pula dalam penulisan Tesis ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis akan sangat gembira jika menerima berbagai masukan dari para pembaca, baik itu berupa saran maupun kritik yang sifatnya membangun demi penyempurnaan penulisan-penulisan mendatang. Silakan melayangkan tanggapan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Harapan penulis, semoga Tesis ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para penuntut ilmu, baik dalam bangku perkuliahan maupun bidang penelitian, guna membina generasi muda penerus bangsa yang lebih berkualitas dan berdaya saing.
Akhirnya kepada Allah-lah penulis memohon agar usaha ini dijadikan sebagai amal shalih dan diberikan pahala olehNya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam beserta keluarganya, para Sahabatnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Akhir. Insya Allah. Aamiin.

Barakallahu fiik wa Yassarallahu Umuurakum.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Makassar, 14 Mei 2013

NURMAYANTI ZAIN
Read More
Older Posts Home
 

Kemilau Cahaya Emas © 2012 Design by Ipietoon